Ilmu Pengetahuan Amerika Di Bawah Ketegangan: Pengurasan Otak Mengancam Inovasi Masa Depan

9

Amerika Serikat sedang mengalami eksodus besar-besaran talenta ilmiah, yang didorong oleh pemotongan dana, campur tangan politik, dan lingkungan yang semakin tidak bersahabat bagi para peneliti. Ini bukan sekedar masalah anggaran; Hal ini merupakan melemahnya infrastruktur ilmu pengetahuan suatu negara secara sistemik, yang berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang merugikan terhadap kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing global.

Krisis Pendanaan Penelitian

Sejak Donald Trump kembali menjabat, pendanaan penelitian federal telah dipangkas secara drastis. Miliaran orang telah dialihkan dari program-program penting, ribuan hibah dibatalkan di National Institutes of Health (NIH) dan National Science Foundation saja, dan lebih dari seribu karyawan NIH dipecat. Hal ini telah menciptakan iklim ketidakstabilan di mana bahkan para ilmuwan berpengalaman pun kesulitan mendapatkan sumber daya untuk penelitian penting, seperti memerangi bakteri super yang kebal antibiotik—ancaman global yang semakin meningkat dan bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahunnya.

Pemotongannya tidak hanya bersifat numerik; mereka melumpuhkan. Laboratorium terpaksa memilih antara biaya pemeliharaan peralatan yang selangit atau mengabaikan eksperimen sama sekali. Para peneliti awal karir, yang merupakan penggerak inovasi, menanggung beban terbesar dari gangguan ini. Ian Morgan, rekan pascadoktoral di NIH, memberikan contoh situasi ini: masa depannya tidak pasti karena pembekuan perekrutan, sehingga mustahil untuk melamar posisi kepemimpinan laboratorium meskipun ia memiliki kualifikasi.

Keluaran Bakat

Ketidakstabilan ini mendorong eksodus besar-besaran ilmuwan Amerika. Para peneliti muda, yang kecewa dengan kurangnya peluang dan iklim politik yang semakin tidak bersahabat, berangkat ke Eropa, Australia, dan Asia. Universitas-universitas di luar negeri secara aktif merekrut mereka, menawarkan “suaka ilmiah” di negara-negara yang memprioritaskan penelitian dan stabilitas.

Emma Bay Dickinson, peneliti penyakit menular berusia 27 tahun, adalah salah satu contohnya. Menghadapi penolakan dari lembaga-lembaga AS karena pemotongan dana dan putus asa karena kebijakan anti-DEI pemerintah, ia mendapatkan posisi di Barcelona. Pengalamannya tidak terisolasi; ratusan ilmuwan muda juga mengikuti jejak ini, sehingga menguras modal intelektual masa depan AS.

Hambatan Imigrasi Memperparah Masalah

Masalah ini diperparah dengan kebijakan imigrasi yang lebih ketat. Biaya sebesar $100,000 untuk visa H-1B bagi pekerja terampil dan penangguhan pemrosesan visa dari 75 negara telah menjadikan biaya yang sangat mahal dan sulit bagi peneliti asing untuk memasuki AS. Hal ini melemahkan keunggulan jangka panjang negara ini dalam menarik talenta global. Secara historis, imigran telah menjadi pendorong utama terobosan ilmiah AS, dengan setengah dari penerima Nobel bidang sains adalah kelahiran asing.

Konsekuensi Ekonomi dan Kesehatan Jangka Panjang

Konsekuensinya tidak hanya berupa kemunduran penelitian. Pendanaan NIH adalah landasan industri farmasi AS, mendukung penelitian dasar yang mengarah pada obat-obatan baru dan pertumbuhan ekonomi. Sebuah penelitian terhadap obat-obatan yang disetujui FDA menemukan bahwa semuanya dikembangkan dari penelitian dasar yang didanai NIH. Dengan menghambat inovasi saat ini, Amerika kehilangan manfaat ekonomi di masa depan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Krisis ini bukan hanya tentang hilangnya dana; ini tentang secara sistematis membongkar jalur ilmuwan masa depan. Program pelatihan telah dipangkas, sehingga para peneliti muda tidak mempunyai jalur yang jelas ke depan. Seperti yang dinyatakan oleh salah satu petugas program NIH dalam keluhannya, hal ini sama saja dengan “memusnahkan ilmuwan generasi berikutnya.”

AS tidak lagi menarik talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia. Mengapa Anda ingin datang ke tempat di mana Anda tahu bahwa Anda bisa diancam deportasi kapan saja?

Kerusakan reputasi ilmiah bangsa ini mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki. Kebijakan yang ada saat ini tidak hanya mengancam kemajuan ilmu pengetahuan namun juga masa depan ekonomi dan kesehatan masyarakat Amerika Serikat.