Para astronom telah menangkap pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang sistem planet di masa remaja mereka yang penuh gejolak, suatu periode yang ditandai dengan tabrakan hebat dan evolusi yang cepat. Dengan menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), para peneliti telah mengamati piringan puing-puing di sekitar bintang-bintang muda, menyoroti proses kacau yang membentuk pertumbuhan planet – termasuk peristiwa seperti dampak pembentukan bulan di Bumi.
Mata Rantai yang Hilang dalam Evolusi Planet
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mempelajari tahap awal pembentukan planet (“gambar bayi”) dan sistem dewasa yang relatif stabil. Namun, fase “remaja” peralihan, saat planet-planet bertabrakan, bermigrasi, dan membentuk kembali orbitnya, sebagian besar masih belum teramati. Penelitian baru ini mengisi kesenjangan tersebut, memberikan wawasan penting tentang bagaimana sistem planet bertransisi dari tempat berkembang biak yang kacau menjadi konfigurasi yang stabil.
Pengamatan ALMA berfokus pada 24 piringan puing – sisa proses pembentukan planet – di sekitar bintang bayi. Cakram ini ribuan kali lebih redup dibandingkan cakram yang lebih muda, sehingga sangat sulit untuk dipelajari hingga saat ini.
Tabrakan dan Kekacauan: Ciri Sistem Remaja
Data tersebut mengungkapkan tingkat kompleksitas yang mengejutkan. Alih-alih cincin yang sederhana dan seragam, piringan tersebut menunjukkan banyak cincin, lingkaran cahaya lebar, dan gumpalan tak terduga —yang merupakan bukti tabrakan dan gangguan orbit yang sedang berlangsung. Hal ini menegaskan bahwa fase remaja merupakan masa pergolakan ekstrim, dimana planet-planet belum berada pada orbit yang stabil.
Seperti yang dijelaskan oleh anggota tim Sebastián Marino, “Kami melihat keberagaman yang nyata… mengungkapkan babak yang dinamis dan penuh kekerasan dalam sejarah planet.”
Gema Masa Lalu Tata Surya Kita
Temuan ini bukan hanya tentang planet ekstrasurya yang jauh. Proses kekerasan yang sama yang diamati pada sistem-sistem muda ini kemungkinan besar membentuk tata surya kita miliaran tahun yang lalu. Sabuk Kuiper, wilayah di luar Neptunus yang dipenuhi sisa-sisa es, merupakan bukti tabrakan kuno dan migrasi planet-planet. Bahkan pembentukan bulan di Bumi mungkin merupakan akibat dari fase remaja yang kacau balau.
Mengapa Ini Penting: Memahami Asal Usul Planet
Penelitian ini penting karena memberikan bukti langsung mengenai mekanisme fisik yang mendorong evolusi planet. Dengan mempelajari sistem eksoplanet ini, kita dapat menyempurnakan model tentang bagaimana planet terbentuk dan bermigrasi, serta mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang kondisi yang menyebabkan terbentuknya tata surya kita. Kemampuan ALMA untuk menggabungkan data dari 66 teleskop radio menghasilkan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menegaskan bahwa fase remaja sistem planet adalah masa pergolakan besar.
“Cakram-cakram ini mencatat periode ketika orbit planet-planet diacak dan dampak besar… membentuk tata surya muda,” kata anggota tim Luca Matrà.
Kesimpulannya, observasi ini menandai titik balik dalam penelitian eksoplanet. Dengan mengungkap dinamika kacau di masa remaja di planet ini, para ilmuwan memperoleh wawasan berharga tentang proses-proses penting yang penuh kekerasan yang membentuk sistem planet, termasuk sistem kita.
