Pada tanggal 22 Januari 2025, Bulan berada dalam fase Bulan Sabit Tumbuh, yang berarti secercah cahaya mulai terlihat setelah Bulan Baru. Sekitar 14% permukaan bulan saat ini diterangi cahaya, membuatnya tampak lebih terang di langit malam dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Yang Dapat Anda Lihat Malam Ini
Malam ini, pengamat dapat mengidentifikasi Maria Crisum dan Fecunditatis – dataran basaltik besar dan gelap yang terbentuk akibat letusan gunung berapi purba. Bagi mereka yang memiliki teropong atau teleskop, Kawah Endymion juga terlihat, menawarkan gambaran geologi bulan lebih dekat. Fitur-fitur ini bukan sekadar tempat acak; mereka adalah sisa-sisa masa lalu yang penuh kekerasan di mana Bulan dibombardir secara besar-besaran oleh asteroid dan meteorit.
Penjelasan Siklus Bulan
Fase Bulan disebabkan oleh orbitnya mengelilingi Bumi dan perubahan sudut sinar matahari menyinari permukaannya. Satu siklus penuh, dari Bulan Baru ke Bulan Baru, memakan waktu kurang lebih 29,5 hari. Berikut rincian delapan fase utama:
- Bulan Baru: Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang terlihat menjadi gelap.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya tipis muncul, tumbuh setiap malam.
- Kuartal Pertama: Separuh Bulan diterangi, menyerupai setengah lingkaran.
- Waxing Gibbous: Lebih dari separuh Bulan menyala, namun belum purnama.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan yang terlihat cerah.
- Waning Gibbous: Cahaya mulai berkurang di satu sisi.
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir): Separuh Bulan yang berlawanan diterangi.
- Bulan Sabit yang Memudar: Sepotong cahaya yang menyusut masih tersisa sebelum menghilang lagi.
Bulan Purnama Mendatang
Bulan Purnama berikutnya dijadwalkan pada tanggal 1 Februari 2025. Bulan Purnama sebelumnya terjadi pada tanggal 3 Januari. Melacak siklus ini tidak hanya untuk penggemar astronomi; memahami ritme bulan secara historis memengaruhi pertanian, navigasi, dan bahkan praktik budaya di seluruh dunia.
Fase bulan adalah pengingat akan posisi Bumi di tata surya. Baik Anda mengamatinya dengan santai atau mempelajarinya secara ilmiah, Bulan tetap menjadi salah satu benda langit yang paling mudah diakses dan menakjubkan yang dapat dilihat dari planet kita.
