Para astronom telah mengidentifikasi sistem planet langka dan sangat dinamis, yang dikenal sebagai TOI-201, yang secara aktif membentuk kembali dirinya sendiri. Terletak 372 tahun cahaya di konstelasi Pictor, sistem ini menawarkan gambaran “waktu nyata” yang unik tentang bagaimana gaya gravitasi dapat mengubah orbit benda langit—sebuah proses yang biasanya memakan waktu jutaan tahun, namun terjadi di sini dalam skala waktu manusia.
Arsitektur TOI-201
Sistem ini mengorbit bintang terang tipe F yang jauh lebih besar dan masif daripada Matahari kita. Di sekitar bintang ini, tiga objek berbeda menari dalam orbit yang kompleks dan tumpang tindih:
- TOI-201d (The Super-Earth): Dunia berbatu kira-kira 1,4 kali ukuran Bumi dan enam kali massanya. Ia mengorbit sangat dekat dengan bintangnya, menyelesaikan satu revolusi penuh setiap 5,8 hari.
- TOI-201b (Jupiter Hangat): Raksasa gas dengan massa sekitar setengah Jupiter, mengorbit bintangnya setiap 53 hari.
- TOI-201c (The Brown Dwarf): Pendamping sistem yang paling masif selain bintang. Ini adalah “bintang gagal”—sebuah objek yang berada di batas kabur antara planet masif dan bintang kecil. Ia mengikuti orbit yang sangat elips dan lebar yang membutuhkan waktu hampir delapan tahun untuk menyelesaikannya.
Mengapa Sistem Ini Tidak Sesuai Ekspektasi
Di Tata Surya kita, planet-planet mengorbit pada bidang yang relatif datar dan sejajar, seperti cakram pada meja putar. Sebagian besar sistem planet diperkirakan akan mengikuti pola yang sama, karena planet biasanya terbentuk dari piringan datar berisi debu dan gas yang mengelilingi bintang muda.
Namun TOI-201 berbeda. Orbit ketiga objek ini relatif miring satu sama lain. Ketidakselarasan ini menunjukkan adanya sejarah yang kacau. Seperti yang dicatat oleh Profesor Diana Dragomir dari Universitas New Mexico, misteri utamanya adalah apakah katai coklat (TOI-201c) terbentuk seperti planet tradisional atau seperti bintang. Perbedaan ini sangat penting untuk memahami fisika dasar tentang bagaimana tata surya dilahirkan.
Sistem “Perubahan Bentuk”.
Apa yang menjadikan TOI-201 sebagai tambang emas ilmiah adalah ketidakstabilan dinamisnya. Karena orbitnya miring, tarikan gravitasi antar benda terus-menerus menariknya ke orientasi baru.
Interaksi ini sangat jelas sehingga tampilan sistem benar-benar berubah:
– Pergeseran Orbital: Planet-planet secara aktif menarik satu sama lain ke posisi baru.
– Mengubah Transit: “Transit” terjadi ketika sebuah planet lewat di depan bintangnya dari sudut pandang kita. Karena orbitnya bergeser, benda-benda ini pada akhirnya akan keluar dari pandangan kita. Dalam waktu 200 tahun, dua dari tiga objek tersebut akan berhenti transit, dan pada akhirnya, ketiganya akan hilang dari pandangan sebelum kembali transit ribuan tahun kemudian.
“Ini menawarkan jendela real-time yang langka ke dalam kehidupan dinamis sistem planet,” kata Ismael Mireles, Ph.D. kandidat di Universitas New Mexico.
Melihat ke Depan: Peluang Observasi Global
Penemuan ini memberikan peta jalan untuk penelitian astronomi di masa depan. Transit katai coklat masif berikutnya, TOI-201c, diperkirakan terjadi pada 26 Maret 2031. Acara ini akan memberikan kesempatan langka bagi observatorium profesional dan ilmuwan warga untuk menyaksikan mekanisme kerja sistem.
Studi TOI-201, yang diterbitkan dalam Science Advances, menantang asumsi bahwa sistem planet tetap statis setelah terbentuk, dan malah membuktikan bahwa beberapa sistem berada dalam keadaan evolusi gravitasi yang konstan.
Kesimpulan: Sistem TOI-201 berfungsi sebagai laboratorium langka bagi para astronom untuk menyaksikan sifat orbit planet yang kacau dan berubah-ubah, sehingga memberikan wawasan penting mengenai apakah benda masif terbentuk sebagai planet atau bintang.