Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, manusia menjelajahi ruang angkasa di sekitar Bulan. Pada pukul 12:37 EDT tanggal 6 April, empat astronot misi Artemis 2 NASA secara resmi memasuki “lingkup pengaruh” Bulan—zona gravitasi tempat tarikan Bulan menjadi kekuatan dominan atas tarikan Bumi.
Sebuah Tonggak Sejarah
Para kru—yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen —melewati ambang batas ini sementara kapsul Orion berada sekitar 39.000 mil dari Bulan dan 232.000 mil dari Bumi.
Momen ini menandai titik balik besar dalam eksplorasi ruang angkasa. Terakhir kali manusia melintasi ruang angkasa adalah pada bulan Desember 1972, setelah misi Apollo 17 berakhir. Transisi ini menandai dimulainya era baru eksplorasi bulan, melampaui jejak yang ditinggalkan selama era Apollo menuju kehadiran manusia yang lebih berkelanjutan di luar angkasa.
Memecahkan Rekor Jarak
Meskipun misi Artemis 2 tidak dirancang untuk pendaratan di bulan atau penyisipan orbit, misi ini dirancang untuk mencapai jarak yang belum pernah dicapai oleh pesawat ruang angkasa berawak.
Nanti malam, kapsul Orion akan melakukan penerbangan bersejarah di sisi jauh Bulan. Selama manuver ini, para kru akan melampaui rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.
– Pemegang Rekor Saat Ini: Awak Apollo 13 (April 1970), yang mencapai 248.655 mil dari Bumi.
– Rekor Artemis 2 Baru: Pejabat NASA memperkirakan kru akan mencapai jarak 252.757 mil selama puncak terbang lintas.
Tujuan Ilmiah dan Perjalanan Pulang
Misi ini lebih dari sekedar tes jarak jauh; ini adalah upaya ilmiah yang kritis. Selama terbang lintas, kru akan:
– Pelajari Geologi Bulan: Kumpulkan data untuk meningkatkan pemahaman kita tentang medan dan komposisi Bulan.
– Amati Peristiwa Langit: Rasakan gerhana matahari total yang tidak terlihat dari Bumi.
– Uji Navigasi: Gunakan gravitasi bulan sebagai “katapel” untuk mendorong kapsul Orion kembali ke Bumi.
Lintasan ini merupakan latihan penting untuk misi jangka panjang di masa depan, menguji ketahanan manusia dan sistem pesawat ruang angkasa di lingkungan luar angkasa.
Kembali ke Bumi
Setelah menyelesaikan misi 10 hari mereka, kru Artemis 2 dijadwalkan kembali ke Bumi pada Jumat, 10 April. Misi ini akan diakhiri dengan pendaratan dengan bantuan parasut di lepas pantai San Diego.
Artemis 2 mewakili jembatan antara eksplorasi bulan pada abad ke-20 dan ambisi luar angkasa yang berkelanjutan pada abad ke-21, membuktikan bahwa umat manusia sekali lagi mampu melakukan perjalanan jauh melampaui orbit Bumi.
