NASA telah secara resmi memulai misi Artemis II, sebuah perjalanan penting selama 10 hari yang akan membawa empat awak astronot mengelilingi Bulan. Meskipun misi ini tidak melibatkan pendaratan di bulan, misi ini berfungsi sebagai “gladi bersih” yang penting untuk era penerbangan luar angkasa manusia berikutnya.
Tujuan Misi: Menguji Batasan
Tujuan utama Artemis II bukanlah eksplorasi permukaan bulan, melainkan pengujian ketat terhadap perangkat keras dan ketahanan manusia. Berbeda dengan misi Apollo pada tahun 1960an dan 70an, yang berfokus pada pendaratan manusia di Bulan, Artemis II adalah uji penerbangan berisiko tinggi yang dirancang untuk memastikan bahwa teknologi yang ditujukan untuk pangkalan bulan di masa depan aman dan andal.
Para kru akan melakukan perjalanan dengan pesawat ruang angkasa Orion, dengan fokus pada tiga bidang utama:
- Sistem Pendukung Kehidupan: Menguji kemampuan kapsul Orion untuk menopang kehidupan manusia di lingkungan luar angkasa yang keras.
- Pengamatan Geologi: Menggunakan sensor canggih untuk mempelajari permukaan Bulan, termasuk sisi jauh yang jarang diamati.
- Penelitian Biologi: Melakukan eksperimen untuk memantau pengaruh radiasi luar angkasa dan gayaberat mikro terhadap tubuh manusia dalam jangka waktu lama.
Mengapa Flyby Penting
Mungkin tampak berlawanan dengan intuisi untuk melakukan perjalanan jauh ke Bulan tanpa mendarat, namun pendekatan “terbang lintas” ini merupakan kebutuhan strategis dalam teknik kedirgantaraan modern.
Dengan mengorbit Bulan tanpa turun ke permukaannya, NASA dapat mengevaluasi kinerja pesawat ruang angkasa di lingkungan luar angkasa dengan radiasi tinggi sambil mempertahankan margin keamanan. Fase ini memungkinkan para insinyur untuk mengumpulkan data dunia nyata tentang bagaimana kendaraan Orion menangani transit dan perjalanan pulang, memastikan bahwa ketika misi di masa depan melakukan upaya untuk mendarat, risiko terhadap kru dapat diminimalkan.
Kru dan Warisan
Misi ini menampilkan kru internasional yang beragam yang terdiri dari tiga orang Amerika dan satu orang Kanada. Kolaborasi internasional ini menyoroti pergeseran eksplorasi ruang angkasa modern dari upaya nasional tunggal menjadi kemitraan global.
Nama “Artemis” sengaja mengacu pada sejarah. Dalam mitologi Yunani, Artemis adalah saudara kembar Apollo. Dengan menamai program tersebut dengan nama saudara perempuan Apollo, NASA memberi isyarat bahwa ini bukan sekadar pengulangan masa lalu, namun sebuah babak baru yang dibangun di atas fondasi yang diletakkan selama pendaratan awal di Bulan.
Misi Artemis II bertindak sebagai jembatan antara era bulan























