Malam ini menandai fase Bulan Baru, artinya Bulan saat ini tidak terlihat di langit malam. Hal ini terjadi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, sehingga menghadirkan sisi gelapnya pada pandangan kita. Menariknya, Bulan Baru ini bertepatan dengan gerhana matahari cincin, peristiwa langka di mana Bulan tampak lebih kecil dari Matahari, sehingga menciptakan efek “cincin api” di sekitar piringan matahari.
Gerhana akan terlihat sepenuhnya dari Antartika, dan sebagian pemandangan mungkin terjadi di beberapa bagian Afrika Selatan. Kombinasi ini—malam Bulan Baru yang gelap dan gerhana—menyoroti mekanisme orbital yang mengatur planet tetangga kita.
Memahami Fase Bulan
Bentuk Bulan yang tampak berubah selama sekitar 29,5 hari saat mengorbit Bumi. Siklus ini dibagi menjadi delapan fase berbeda, yang ditentukan oleh jumlah sinar matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan. Meski selalu melihat sisi Bulan yang sama, iluminasinya bervariasi seiring pergerakannya mengelilingi planet kita.
Berikut rincian setiap fase:
- Bulan Baru: Gelap gulita; tidak terlihat dengan mata telanjang.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara). Istilah “waxing” berarti bagian yang diterangi semakin bertambah.
- Kuartal Pertama: Separuh Bulan menyala di sisi kanan.
- Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, tapi tidak menyala sepenuhnya.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan Bulan cerah dan terlihat.
- Waning Gibbous: Cahaya mulai memudar dari sisi kanan. “Memudar” menunjukkan bagian yang diterangi menyusut.
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir): Separuh Bulan menyala di sisi kiri.
- Bulan Sabit Pudar: Sepotong tipis tertinggal di sisi kiri sebelum menjadi gelap kembali.
Melihat ke Depan
Bulan Purnama berikutnya dijadwalkan pada tanggal 3 Maret, setelah Bulan Purnama sebelumnya pada tanggal 1 Februari. Melacak fase-fase ini bukan hanya tentang observasi; sangat penting untuk memahami pasang surut air laut, kalender lunar, dan bahkan beberapa ritme biologis di alam.
Siklus Bulan adalah pengingat akan pergerakan kosmos yang dapat diprediksi namun indah. Fase-fasenya menawarkan ilustrasi mekanika orbital yang sederhana namun elegan.
