Mulai hari ini, 17 Maret 2026, Bulan berada dalam fase Bulan Sabit Memudar, artinya bulan tampak sangat redup di langit malam. Saat ini, hanya sekitar 4% permukaan Bulan yang diterangi, sehingga sulit untuk mengamati detail apa pun dengan mata telanjang.
Memahami Fase Bulan
Bulan berputar melalui delapan fase berbeda dalam waktu sekitar 29,5 hari saat mengorbit Bumi. Fase-fase ini ditentukan oleh seberapa banyak sisi Bulan yang diterangi matahari terlihat dari sudut pandang kita. Orbit Bulan sedemikian rupa sehingga kita selalu melihat sisi yang sama; perubahan iluminasi menciptakan fase-fase yang familiar.
Fase-fase ini meliputi:
- Bulan Baru : Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga membuat sisi yang terlihat menjadi gelap.
- Bulan Sabit Lilin : Sepotong cahaya tipis mulai muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Pertama : Separuh Bulan diterangi di sisi kanan.
- Waxing Gibbous : Lebih dari separuh Bulan menyala, mendekati purnama.
- Bulan Purnama : Seluruh permukaan Bulan terlihat cerah.
- Waning Gibbous : Cahaya mulai berkurang di sisi kanan.
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir) : Separuh Bulan menyala di sisi kiri.
- Bulan Sabit yang Memudar : Sepotong cahaya yang semakin berkurang tersisa sebelum siklus dimulai kembali.
Kapan Bulan Purnama Berikutnya Diharapkan
Bagi pengamat di Amerika Utara, Bulan Purnama berikutnya diperkirakan terjadi pada 1 April 2026. Jarak antara Bulan Baru dan Bulan Purnama sekitar dua minggu.
Siklus bulan mempengaruhi banyak fenomena alam, mulai dari pasang surut hingga perilaku hewan, menjadikannya bagian penting dalam memahami hubungan Bumi dengan tetangganya di angkasa. Memahami fase-fase ini membantu kita mengapresiasi pola tata surya yang dapat diprediksi.
