Kebakaran Pantanal: Lahan Basah yang Berubah

16

Pantanal, lahan basah tropis terbesar di dunia, sedang mengalami transformasi dramatis dan semakin cepat akibat perubahan iklim, penggundulan hutan, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Dulunya merupakan ekosistem yang berkembang pesat dan dipenuhi satwa liar ikonik seperti jaguar, caiman, dan spesies burung yang tak terhitung jumlahnya, sebagian besar kawasan ini telah hangus akibat kebakaran hutan yang semakin sering dan hebat. Pergeseran ini bukan sekedar fluktuasi alami; ini adalah krisis yang mengancam kelangsungan hidup Pantanal dalam jangka panjang.

Siklus Perubahan

Pantanal secara historis mengalami musim hujan dan kemarau alami. Namun aktivitas manusia merusak siklus ini. Deforestasi, yang disebabkan oleh perluasan lahan pertanian, menciptakan kondisi yang lebih kering dan lebih banyak bahan bakar untuk kebakaran. Sementara itu, perubahan iklim memperburuk masalah ini, menyebabkan suhu lebih panas dan kekeringan berkepanjangan. Pada tahun 2020, kebakaran hutan menghabiskan lebih dari 25% tutupan vegetasi Pantanal, dan musim kebakaran serupa terjadi pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan tren yang jelas menuju kebakaran yang lebih sering dan merusak.

Mendokumentasikan Kehancuran

Dua fotografer, Lalo de Almeida dan Luciano Candisani, telah menangkap kenyataan nyata ini. Karya mereka, yang ditampilkan dalam pameran Water Pantanal Fire di Science Museum di London (dibuka pada tanggal 6 Februari dan berlangsung hingga Mei), menghadirkan kontras yang luar biasa. Foto-foto Candisani menampilkan kehidupan perairan Pantanal yang subur, sementara de Almeida mendokumentasikan dampak buruk kebakaran dan dampak perubahan iklim yang lebih luas.

Kebakaran di Pantanal bukan hanya bencana regional; hal ini mewakili tren global meningkatnya krisis lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Pameran ini menjadi pengingat kuat bahwa ekosistem terbesar dan paling tangguh pun bisa terpuruk. Tanpa perubahan drastis dalam pengelolaan lahan dan aksi iklim global, Pantanal berisiko berubah secara permanen, kehilangan keanekaragaman hayati dan integritas ekologisnya.