Suplemen Anti Penuaan Terkait dengan Pertumbuhan Kanker: Penelitian Baru Mengungkap Mekanisme Penting

12

Penelitian baru dari Tokyo University of Science telah mengungkap paradoks yang meresahkan: senyawa yang dipromosikan secara luas karena manfaat anti-penuaannya juga dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker. Penelitian yang diterbitkan baru-baru ini menyoroti bagaimana bahan kimia alami yang disebut poliamina – termasuk spermidin dan putresin – berinteraksi dengan sel kanker pada tingkat molekuler, sehingga berpotensi memicu proliferasi tumor.

Pedang Poliamina Bermata Dua

Poliamina sangat penting untuk semua kehidupan, memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel dan sintesis protein. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa spermidine dapat memperpanjang umur dan meningkatkan fungsi kognitif pada hewan percobaan, sehingga spermidine dimasukkan dalam banyak suplemen kesehatan yang dijual bebas. Namun, senyawa yang sama juga dikaitkan dengan perkembangan kanker. Studi baru ini bertujuan untuk memahami bagaimana poliamina mempengaruhi sel kanker, khususnya kemampuan mereka untuk berkembang bahkan tanpa oksigen yang cukup.

“Perubahan metabolisme poliamina berkorelasi dengan berbagai patologi, termasuk kanker dan kondisi terkait usia,” tulis para peneliti.

Temuan penelitian ini penting karena mengungkapkan mekanisme langsung dimana sel kanker mengeksploitasi poliamina untuk mendorong pertumbuhan yang cepat.

eIF5A2: Kunci Eksploitasi Poliamina oleh Kanker

Para peneliti menyelidiki sel kanker serviks dan payudara, menemukan bahwa poliamina meningkatkan kadar protein yang disebut eIF5A2. Protein ini hampir identik dengan protein lain, eIF5A1, yang penting untuk fungsi sel yang sehat. Namun, eIF5A2 tampaknya penting untuk proliferasi sel kanker. Poliamina meningkatkan produksi eIF5A2 dengan menekan regulator alami yang disebut miR-6514-5p.

Ketika poliamina atau eIF5A2 dihilangkan dari sel kanker di laboratorium, pertumbuhan tumor melambat secara dramatis. Memperkenalkan kembali spermidine memulihkan laju pertumbuhan kanker, menegaskan peran senyawa tersebut dalam perkembangan tumor. Hal ini menunjukkan bahwa sel-sel kanker dapat membajak manfaat poliamina untuk berkembang, begitu kerusakan biologis awal terjadi.

Sel Normal vs. Kanker: Perbedaan Kritis

Ahli biokimia Kyohei Higashi menjelaskan perbedaannya: pada jaringan sehat, poliamina mengaktifkan mitokondria melalui autophagy dengan bantuan eIF5A1. Dalam sel kanker, poliamina mendorong eIF5A2, yang mengubah ekspresi gen untuk memfasilitasi pertumbuhan yang tidak terkendali. Perbedaan ini sangat penting, karena menunjukkan bahwa menargetkan eIF5A2 dapat menjadi pendekatan selektif dalam pengobatan kanker.

Implikasi untuk Terapi Kanker di Masa Depan

Penelitian ini tidak membuktikan bahwa spermidine menyebabkan kanker. Ini menunjukkan bahwa sel kanker dapat memanfaatkan poliamina untuk mempercepat pertumbuhan. Temuan ini menawarkan target baru yang menjanjikan untuk pengembangan obat. Mengganggu interaksi antara eIF5A2 dan ribosom berpotensi menghentikan perkembangan kanker tanpa membahayakan sel-sel sehat.

Penemuan peran eIF5A2 dalam proliferasi kanker memberi para peneliti target molekuler yang spesifik, sehingga meningkatkan kemungkinan pengobatan kanker baru yang efektif. Namun, penelitian ekstensif diperlukan untuk memastikan perawatan ini tidak membahayakan sel normal. Karena penelitian ini dilakukan di laboratorium, penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum temuan ini dapat diterapkan secara klinis.

“Temuan kami mengungkapkan peran penting eIF5A2, yang diatur oleh poliamina dan miR-6514-5p, dalam proliferasi sel kanker, menunjukkan bahwa interaksi antara eIF5A2 dan ribosom, yang mengatur perkembangan kanker, merupakan target selektif untuk pengobatan kanker.”