Para peneliti memperingatkan akan datangnya gelombang “kelompok” kecerdasan buatan (AI) canggih yang siap menyusup ke platform media sosial, memanipulasi opini publik, dan berpotensi melemahkan proses demokrasi. Kawanan ini akan beroperasi dengan meniru perilaku manusia dalam skala besar, sehingga sulit dideteksi dan menyebarkan narasi palsu dan mengganggu suara-suara yang berbeda pendapat.
Invasi yang Akan Datang: Melampaui Bot Sederhana
Bot otomatis saat ini sebagian besar tidak canggih – mereka mengulangi pesan yang telah diprogram sebelumnya dan mudah dikenali. Namun, generasi berikutnya akan didorong oleh model bahasa besar (LLM), AI yang sama di balik chatbot populer. Hal ini memungkinkan gerombolan untuk beradaptasi dengan komunitas online, menciptakan banyak persona persisten yang mempertahankan memori dan belajar seiring waktu.
Menurut Jonas Kunst, seorang profesor komunikasi di BI Norwegia Business School, manusia secara alami cenderung untuk menyesuaikan diri. “Kami cenderung percaya bahwa apa yang dilakukan kebanyakan orang mempunyai nilai,” katanya, menjadikan kerentanan ini yang dapat dieksploitasi oleh kawanan AI. Dengan mengubah konsensus yang dirasakan secara artifisial, kelompok-kelompok ini dapat membajak perdebatan dan memaksakan pendapat menuju hasil yang telah ditentukan.
Bagaimana AI Swarms Akan Beroperasi
Para peneliti menggambarkan kawanan AI sebagai organisme mandiri yang mampu mengoordinasikan diri, belajar, dan berspesialisasi dalam mengeksploitasi kelemahan manusia. Skala kawanan ini hanya dibatasi oleh kekuatan komputasi dan keterbatasan platform, namun penerapan kecil pun bisa efektif, terutama pada kelompok lokal yang ditargetkan.
Kawanan juga dapat mempersenjatai kegigihan. Saat pengguna manusia berdebat dalam jangka waktu terbatas, agen AI dapat beroperasi 24/7 hingga narasi mereka mendapatkan daya tarik. Tekanan yang tiada henti ini dapat mendorong individu yang memiliki pandangan berbeda keluar dari platform melalui pelecehan yang terkoordinasi, sehingga secara efektif membungkam oposisi.
Bukti Dunia Nyata dan Ancaman yang Muncul
Ancaman ini tidak bersifat teoritis. Tahun lalu, Reddit mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap peneliti yang menggunakan chatbot AI untuk memanipulasi opini di forum r/changemyview. Temuan awal menunjukkan respons AI tiga hingga enam kali lebih persuasif dibandingkan respons manusia.
Terlebih lagi, terkikisnya wacana rasional dan meningkatnya polarisasi di dunia maya telah menciptakan lahan subur bagi manipulasi. Lebih dari separuh lalu lintas web kini berasal dari bot otomatis, yang menunjukkan bahwa pengaruh aktor non-manusia sudah besar. Beberapa orang berspekulasi bahwa internet sudah didominasi oleh bot, sebuah teori yang mendapatkan perhatian karena interaksi online terasa semakin artifisial.
Bertahan Melawan Kawanan AI: Tantangan dan Solusi
Perusahaan media sosial kemungkinan akan merespons dengan otentikasi akun yang lebih ketat, sehingga memaksa pengguna untuk membuktikan rasa kemanusiaan mereka. Namun, pendekatan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai penindasan perbedaan pendapat politik di negara-negara yang menganggap anonimitas sangat penting dalam menyuarakan perlawanan terhadap rezim yang menindas.
Para peneliti juga mengusulkan pemindaian pola-pola statistik yang anomali dalam lalu lintas langsung untuk mendeteksi aktivitas gerombolan dan membangun “AI Influence Observatory” untuk mempelajari, memantau, dan melawan ancaman tersebut. Pesan intinya jelas: persiapan proaktif sangatlah penting.
“Kita harus proaktif daripada menunggu peristiwa besar pertama terkena dampak negatif dari kawanan AI,” Kunst memperingatkan.
Munculnya kelompok AI mencerminkan peningkatan signifikan dalam perang informasi, yang memerlukan perhatian segera dan tindakan penanggulangan yang kuat untuk menjaga proses demokrasi dan menjaga integritas wacana online.
























