Orang yang suka tidur malam menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi, namun gaya hidup adalah kuncinya

10

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering begadang mungkin menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini, namun risiko ini tidak dapat dihindari. Hubungan antara kronotipe (apakah Anda seorang yang suka tidur malam atau suka bangun pagi) dan kesehatan sangatlah kompleks, dengan faktor gaya hidup yang memainkan peran utama.

Ilmu Jadwal Tidur

Manusia memiliki pola tidur, atau kronotipe, yang berbeda-beda, yang tampaknya sebagian bersifat genetik. Orang yang suka tidur malam – mereka yang paling aktif hingga larut malam – secara historis dikaitkan dengan dampak kesehatan yang lebih buruk. Penelitian terbaru menunjukkan korelasi antara kebiasaan begadang dan kemungkinan lebih tinggi terkena masalah jantung, stroke, dan bahkan kematian dini.

Gaya Hidup Adalah Faktor Terbesar

Namun, para ilmuwan dengan cepat menunjukkan bahwa menjadi orang yang suka tidur malam tidak secara otomatis membuat kesehatan Anda menjadi lebih buruk. Bahaya sebenarnya datang dari kebiasaan yang sering dikaitkan dengan kronotipe ini:

  • Tingkat merokok lebih tinggi: Orang yang suka tidur malam cenderung lebih banyak merokok dibandingkan orang yang suka bangun pagi.
  • Peningkatan konsumsi alkohol: Rata-rata mereka juga meminum lebih banyak alkohol.
  • Pola makan yang lebih buruk: Orang yang suka tidur malam cenderung makan makanan yang kurang sehat.
  • Kurangnya aktivitas fisik: Mereka juga cenderung kurang berolahraga.

Jika orang yang suka begadang menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari merokok atau minum alkohol berlebihan, risiko kesehatannya mungkin tidak berbeda secara signifikan dengan orang yang suka bangun pagi. Hal ini menunjukkan bahwa kronotipe itu sendiri bukanlah penyebab utama perbedaan kesehatan ini, melainkan perilaku yang sering kali menyertainya.

Diperlukan Penelitian Berkelanjutan

Meskipun data saat ini menunjukkan korelasi yang jelas antara kebiasaan tidur malam dan kesehatan yang buruk, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya hubungan tersebut. Hasil penelitian ini menekankan bahwa jadwal tidur Anda bukanlah hukuman seumur hidup: membuat pilihan gaya hidup yang cerdas dapat mengurangi banyak risiko.

“Yang paling penting bukanlah kapan Anda tidur, namun bagaimana Anda menjalani hidup,” kata Dr. Anya Sharma, peneliti utama di salah satu studi tersebut.

Pada akhirnya, memahami ritme alami tubuh Anda memang membantu, tetapi menjaga kesehatan fisik dan mental melalui kebiasaan yang bertanggung jawab adalah faktor yang paling penting.