SpaceX Meluncurkan Satelit Starlink pada Groundhog Day, Menghadapi Anomali Panggung

15

SpaceX berhasil mengerahkan 25 satelit Starlink lainnya ke orbit rendah Bumi pada hari Senin, 2 Februari, dalam peluncuran yang bertepatan dengan tradisi tahunan Groundhog Day. Misi tersebut, yang dilaksanakan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California, menandai peluncuran ke-14 perusahaan tersebut tahun ini dan menjadikan jumlah total satelit Starlink yang aktif menjadi 9.628.

Peluncuran dan Penerapan Falcon 9

Roket Falcon 9 lepas landas pada pukul 7:47 pagi PDT, naik ke langit cerah. Kira-kira sembilan menit setelah lepas landas, tahap atas mencapai orbit awalnya dan memulai proses penggelaran satelit Starlink Group 17-32 sekitar satu jam setelah penerbangan. Penyebaran ini selesai sesuai jadwal, memperluas jaringan internet satelit SpaceX yang berkembang pesat.

Masalah dan Pemulihan Tahap Atas

Namun, misi tersebut bukannya tanpa tantangan. SpaceX melaporkan “kondisi di luar nominal” selama persiapan pembakaran deorbit tahap atas, yang dirancang untuk memastikan tahap tersebut memasuki kembali atmosfer bumi dengan aman. Terlepas dari masalah ini, panggung tersebut “berfungsi sebagaimana dirancang untuk berhasil melakukan pasif,” yang berarti panggung tersebut diamankan untuk mencegah masuknya kembali secara tidak terkendali. SpaceX saat ini sedang menganalisis data untuk mengidentifikasi penyebab dan mencegah terulangnya kembali kejadian tersebut.

Tahap pertama Falcon 9, yang diberi nama B1071, berhasil mendarat di kapal drone Tentu Saja Aku Masih Mencintaimu di Samudera Pasifik. Ini adalah penerbangan booster yang ke-31, menempatkannya hanya satu peluncuran di belakang pemegang rekor penggunaan kembali SpaceX saat ini.

Dampak Starlink yang Berkembang

Jaringan Starlink SpaceX menyediakan akses internet broadband ke wilayah-wilayah yang kurang terlayani secara global, sehingga meningkatkan konektivitas di wilayah-wilayah yang infrastruktur tradisionalnya kurang. Layanan ini semakin banyak digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pembaruan cuaca hingga komunikasi seluler pada operator tertentu.

Peluncuran ini menggarisbawahi kelanjutan ekspansi Starlink oleh SpaceX, meskipun terkadang ada kendala teknis. Penyebaran satelit yang cepat oleh perusahaan mengubah akses internet global, dan meskipun insiden seperti anomali tingkat atas memerlukan perhatian, hal ini tidak menghentikan kemajuan.