Teleskop Luar Angkasa James Webb telah mengungkapkan gambar luar biasa dari PMR 1, sebuah nebula planet di konstelasi Vela, yang sangat mirip dengan otak manusia. Pemandangan baru ini, yang ditangkap dalam cahaya inframerah dekat dan menengah, menawarkan detail struktur dan evolusi nebula yang belum pernah ada sebelumnya.
Sisa Bintang Jauh
PMR 1, juga dikenal sebagai IRAS 09269-4923, berada sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi. Awalnya terdeteksi oleh Teleskop Luar Angkasa Spitzer pada tahun 2013, nebula tersebut kini telah diamati dengan jauh lebih jelas menggunakan instrumen canggih Webb.
Citra tersebut menunjukkan formasi “mirip otak” yang ditentukan oleh jalur vertikal gelap yang membagi dua nebula menjadi dua belahan. Para astronom percaya bahwa struktur ini mungkin disebabkan oleh aliran keluar yang kuat atau semburan jet dari bintang pusat, sebuah fenomena umum pada bintang yang sekarat.
Bagaimana Bintang Mati: Tahapan Nebula Planet
Nebula planet terbentuk ketika bintang-bintang yang mendekati akhir siklus hidupnya mengeluarkan lapisan luarnya ke luar angkasa. Pengamatan Webb mengungkapkan bahwa PMR 1 terdiri dari lapisan terluar gas hidrogen, yang dilepaskan pada awal proses, dan awan bagian dalam yang lebih terstruktur yang mengandung campuran gas.
Data MIRI (Mid-Infrared Instrument) teleskop menunjukkan bukti adanya gas yang dikeluarkan dari bintang, khususnya di bagian atas nebula. Nasib pasti bintang tersebut masih belum pasti; massanya akan menentukan apakah ia akan mengakhiri hidupnya sebagai supernova atau perlahan mendingin menjadi katai putih.
Mengapa hal ini penting: Nebula planet memainkan peran penting dalam evolusi kimia alam semesta. Bintang yang sekarat mengeluarkan unsur-unsur berat (seperti karbon, nitrogen, dan oksigen) ke luar angkasa, yang menjadi bahan penyusun bintang dan planet masa depan. Mekanisme pasti kematian bintang masih dipelajari, dan pengamatan Webb memberikan wawasan penting mengenai proses ini.
“Webb telah menangkap momen penurunan bintang ini.” — Astronom Webb
Pada akhirnya, nasib bintang pusat PMR 1 akan bergantung pada massanya. Bintang yang lebih masif berakhir dengan supernova spektakuler, sedangkan bintang mirip Matahari menjadi katai putih. Pengamatan ini menyoroti sifat dinamis dan cepat evolusi bintang dalam konteks kosmik.
