Alien ‘Astrosfer’ Pertama Terdeteksi di Sekitar Bintang Mirip Matahari

17
Alien ‘Astrosfer’ Pertama Terdeteksi di Sekitar Bintang Mirip Matahari

Para astronom, untuk pertama kalinya, mengamati gelembung pelindung – sebuah “astrosfer” – yang mengelilingi bintang selain Matahari kita. Penemuan ini memberikan gambaran sekilas tentang kondisi awal tata surya kita dan menjelaskan bagaimana sistem planet muda berkembang.

Apa itu Astrosfer?

Sama seperti matahari kita yang diselimuti oleh gelembung magnet yang disebut heliosfer, HD 61005, sebuah bintang berusia 100 juta tahun, telah dipastikan memiliki gelembung angin bintangnya sendiri. Heliosfer, terbentuk oleh aliran partikel bermuatan yang terus menerus dari matahari, melindungi tata surya dari radiasi antarbintang yang berbahaya. Astrosfer di sekitar HD 61005 memiliki fungsi yang sama untuk ruang di sekitarnya.

Hal ini penting karena memberikan pengamatan langsung terhadap fenomena yang sebelumnya hanya diteorikan untuk bintang-bintang jauh. Studi tentang gelembung bintang sangat penting karena hal ini menentukan bagaimana sebuah bintang berinteraksi dengan medium antarbintang di sekitarnya, sehingga memengaruhi evolusi dan kelayakhunian planet.

Bagaimana Cara Terdeteksinya?

Terobosan ini dicapai melalui gabungan kekuatan Observatorium Sinar-X Chandra milik NASA, Teleskop Luar Angkasa Hubble, dan observatorium berbasis darat di Chili. Gambar tersebut memperlihatkan inti sinar-X berwarna putih cemerlang yang dikelilingi oleh cahaya ungu neon: astrosfer itu sendiri. Angin bintang yang kuat dari bintang tersebut bertabrakan dengan material padat antarbintang, menghasilkan sinar-X yang dapat dideteksi – kunci dari penemuan ini.

HD 61005 mendapat julukan “The Moth” karena ekor debu berbentuk baji yang khas tertinggal di belakangnya, tersapu ke belakang saat bintang bergerak melintasi ruang angkasa. Ekornya merupakan sisa proses pembentukan bintang.

Implikasinya bagi Tata Surya Kita

HD 61005 jauh lebih muda dan lebih aktif dibandingkan matahari kita. Angin bintangnya kira-kira tiga kali lebih cepat dan 25 kali lebih padat. Jika bintang ini menggantikan matahari kita, heliosfer kita akan mengembang hingga 10 kali lipat ukurannya saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa tata surya awal kemungkinan besar memiliki gelembung pelindung yang jauh lebih luas, sehingga berpotensi mempengaruhi distribusi material awal planet.

“Ada pepatah tentang ngengat yang tertarik pada api,” kata Brad Snios, fisikawan yang sebelumnya bekerja di Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics. “Dalam kasus HD 61005, ‘Ngengat’ tidak dapat dengan mudah lepas dari nyala api karena ia lahir di sekitarnya.”

Penemuan ini merupakan puncak dari pencarian gelembung bintang di sekitar bintang lain selama beberapa dekade. Temuan ini menawarkan jendela unik ke masa lalu, memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana tata surya kita mungkin berevolusi miliaran tahun yang lalu. Studi lebih lanjut tentang astrosfer ini kemungkinan akan mengungkap wawasan penting tentang pembentukan planet, evolusi bintang, dan kondisi yang diperlukan agar sistem bintang lain dapat dihuni.