Para astronom tidak hanya melihat bintang-bintang. Mereka mengukurnya. Fotometri adalah ilmu pasti untuk mengukur kecerahan, warna, dan spektrum. Tujuannya sederhana, namun sulit. Ini menjelaskan benda-benda langit terbuat dari apa, seberapa panasnya, dan bagaimana strukturnya.
Ini dimulai dengan sistem mata telanjang. Sekitar tahun 130 SM, Hipparchus membagi bintang menjadi enam besaran. Yang paling terang mendapat satu. Yang terlemah mendapat 6. Ini tebakan kasar. Namun bagi para pengamat bintang kuno, ini cukup berhasil.
Lalu ada teleskop.
Pada abad ke-17, para astronom menemukan bintang yang lebih redup. Skala lama pecah. Mereka perlu memperluasnya. Terjadi angka negatif. Objek yang lebih terang memiliki nilai lebih kecil atau lebih negatif. Semakin redup objeknya, semakin tinggi nilainya. Kesenjangan antara visi manusia dan realitas alam semesta semakin lebar.
Seiring berkembangnya teknologi, sensitivitasnya meningkat secara signifikan.
Fotografi adalah pengubah permainan. Kemudian, pada tahun 1940-an, muncul perangkat fotovoltaik. Tiba-tiba, para astronom dapat melihat lebih jauh dan mendeteksi panjang gelombang yang mungkin terlewatkan oleh mata manusia. Astrofotometri melampaui cahaya tampak. Saat ini mencakup wilayah ultraviolet dan inframerah.
Sistem standarnya adalah UBVRI.
- U singkatan dari sinar ultraviolet.
- B artinya biru.
- V visual.
- R berwarna merah.
- Aku inframerah.
Klasifikasi ini memungkinkan kita melakukan lebih dari sekedar melihat kecerahan. Sebuah sistem yang kompleks menentukan apakah sebuah bintang termasuk raksasa atau katai. Mereka dapat mendeteksi logam di atmosfer bintang. Mereka dapat menentukan gravitasi permukaan. Semuanya berasal dari cahaya yang mencapai bumi.
Mengapa ini penting?
Karena cahaya membawa sejarah. Setiap foton memiliki informasi tentang asal usulnya. Dengan mengukur cahaya ini secara tepat, para ilmuwan mampu merekonstruksi kehidupan bintang. Mereka tahu suhunya. Mereka tahu bahan-bahannya. Mereka tahu lokasinya di galaksi.
Pengembangan alat terus berlanjut. Namun inti permasalahannya tidak berubah. Terbuat dari apakah bintang itu? Bagaimana cara sampai ke sana?






















