Kebutuhan oksigen biokimia adalah pembunuh yang diam-diam. Itu tidak menimbulkan kebisingan. Itu hanya menghabiskan.
Istilah ini menggambarkan jumlah oksigen terlarut yang digunakan oleh mikroorganisme saat mereka memecah bahan organik dalam air. Anggap saja sebagai nafsu metabolik para pekerja kecil yang tidak terlihat. Semakin banyak bahan organik yang ada—limbah, tanaman yang membusuk, limpasan limbah—semakin besar BOD-nya.
Dan inilah hasil tangkapannya. Mikroorganisme bukanlah satu-satunya makhluk yang membutuhkan oksigen. Ikan dan hewan tingkat tinggi lainnya ada bersama mereka, bersaing untuk mendapatkan pasokan terbatas yang sama.
Ketika BOD melonjak, oksigen terlarut menurun drastis.
Oleh karena itu, BOD merupakan ukuran yang dapat diandalkan untuk mengukur pencemaran organik suatu perairan.
Permintaan oksigen biokimia yang tinggi menandakan bahwa badan air dipenuhi dengan polutan. Bakteri memakan limbah tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, mereka menghilangkan oksigen yang diperlukan oleh kehidupan akuatik untuk bertahan hidup. Ikan mati lemas. Ekosistem runtuh.
Inilah sebabnya mengapa pengolahan air limbah bukanlah suatu pilihan. Ini adalah suatu keharusan. Tujuan utama pengolahan air limbah sebelum memasuki sumber air alami adalah untuk menurunkan BOD-nya. Dengan menguraikan atau menghilangkan bahan organik terlebih dahulu, kita mengurangi kebutuhan oksigen di sungai, danau, sungai, dan muara.
Hasilnya? Lebih banyak oksigen untuk ikan. Lebih sedikit polusi bagi lingkungan.
Ini adalah trade-off yang sederhana. Rawat airnya sekarang. Selamatkan ekosistem nanti.






















